…disini YC4HQ/0 portable pada YB0NDT, ganti…

…disini YC4HQ/0 portable pada YB0NDT, ganti…

Judul diatas adalah penggalan kalimat pada saat saya mengudara jika menggunakan stasiun amatir radio milik YB0NDT. Prosedur tersebut sesuai dengan PERMEN KOMINFO Nomor 17 Tahun 2018 Tentang Kegiatan Amatir Radio Dan Komunikasi Radio Antar Penduduk, yang tertuang pada Pasal 9 ayat (1) huruf c yang berbunyi :

(1) Stasiun Radio Amatir dapat digunakan oleh Amatir Radio lainnya dengan ketentuan:
c. menggunakan Tanda Panggilan (Call Sign) milik Amatir Radio yang menggunakan, dan menyebutkan portable pada Tanda Panggilan (Call Sign), milik Amatir Radio yang Stasiun Radio Amatir-nya digunakan.

Jadi, sebuah stasiun amatir radio dapat digunakan/dioperasikan oleh amatir radio lain dengan ketentuan menyebutkan portable pada stasiun yang digunakan, contoh saya bertandang ke rumah teman saya YB0NDT lalu saya mengudara dari rumahnya maka prosedurnya adalah seperti judul diatas yaitu “… disini YC4HQ/0 portable pada YB0NDT, ganti…”

Pasal ini sesuai dengan pendapat yang saya sampaikan kepada Kominfo pada saat konsultasi publik tentang Rancangan Permen 17 yang baru ini. Dalam tanggapan yang saya berikan (untuk lengkapnya silahkan download disini), saya jelaskan bahwa tanda panggil/callsign yang diberikan kepada seorang amatir radio melekat pada stasiun yang didirikannya karena dasar hukum seorang amatir radio mendirikan sebuah stasiun radio amatir tentu berdasarkan IAR (Izin Amatir Radio) yang dimilikinya. Oleh karena itu setiap amatir radio yang “numpang” mengudara pada stasiun milik amatir lain sudah seharusnya menggunakan tanda panggil/callsign amatir yang mendirikan stasiun tersebut atau setidak-tidaknya callsign yang alamat pada IARnya sama dengan lokasi stasiun yang digunakan.

Saya sangat yakin bahwa pemerintah (Kominfo) setuju dengan pendapat saya karena memang seharusnya begitu, juga sepengetahuan saya, pembelajaran operating prosedur yang saya dapat (sekitar tahun 1995)  memang begitu, saya diajarkan kalau saya menumpang distasiun amatir lain maka saya harus menyebut callsign pemilik stasiun lalu callsign operator, misalnya “… disini stasiun YC4PGC dengan operator YD4PGM…”.

Mengapa penggunaan tanda panggil/callsign ini menjadi penting, karena ini merupakan identifikasi yang sah terhadap sebuah sinyal yang dipancarkan oleh sebuah stasiun radio, sehingga kesalahan penyebutan/pemakaian tanda panggil dapat mengakibatkan missed Information dan missed communication dan juga dapat menimbulkan ketidakpastian hukum jika terjadi sesuatu, karena kalau saya mengudara hanya menyebutkan callsign YC4HQ/0 maka seolah-olah saya telah mendirikan sebuah stasiun radio yang berlokasi di Call Area 0 padahal kenyataannya saya tidak mendirikan stasiun baru di Jakarta tetapi menumpang pada stasiun milik YB0NDT.

Melekatnya tanda panggil/callsign pada sebuah stasiun radio amatir juga ditandai dengan kewajiban memasang papan tanda pengenal stasiun (papan callsign) pada stasiun tetap maupun stasiun bergerak (mobile) dan papan tanda pengenal stasiun itu harus dipasang ditempat yang mudah terlihat karena memang hal tersebut dibutuhkan untuk identifikasi. Bahkan dalam tanggapan yang saya berikan kepada Kominfo (baca: http://sandes.us/2018/01/21/surat-cinta-untuk-pak-mentri/), seharusnya tidak perlu lagi menyebutkan callsign pribadi operator jika sedang memancar pada stasiun milik orang lain karena hal tersebut menjadi tidak efisien karena terlalu banyak callsign yang disebutkan. Namun  (mungkin) ada pihak yang bersiteguh menolak pendapat saya, sepertinya ada pihak yang mengkhawatirkan satu hal yaitu penggunaan callsign pribadi dalam sebuah kontes dengan kategori Multi Operator (baca: http://sandes.us/2015/12/06/bangku-kosong-di-sudut-kantor-orari/) walaupun saya sendiri tidak mengerti apa yang dikhawatirkan jika ada callsign pribadi digunakan untuk Multi Operator dalam sebuah kontes.

Dalam rancangan Permen 17/2018 juga terdapat kerancuan prosedur operasi dalam hal penggunaan tanda panggsil/callsign, saya menyampaikan bahwa harus diubah pengaturannya agar tanda panggil/ callsign khusus tetap dapat digunakan, karena pada awalnya pasal dalam rancangan tersebut mengatakan bahwa setiap stasiun radio amatir wajib dioperasikan dengan menggunakan tanda panggil/callsign pribadi operatornya, nah kalau begini callsign 8A37ONN malah tidak bisa dipancarkan karena operatornya harus mancar pakai callsign pribadi, dan ternyata Kominfo maklum dan mau merevisinya dengan memasukkan Pasal 9 ayat (1) huruf d yang berbunyi:

(1) Stasiun Radio Amatir dapat digunakan oleh Amatir Radio lainnya dengan ketentuan:
d. dikecualikan dari ketentuan pada ayat (1) huruf b dan huruf c, untuk keperluan IAR Khusus tetap menggunakan Tanda Panggilan (Call Sign) IAR Khusus sesuai tingkatan IAR Khusus yang dimiliki.

Demikian sedikit ulasan tentang penggunaan tanda panggil/callsign sebagai mana diatur dalam Permen 17 tahun 2018. Semoga bermanfaat.

 

73,

DE YC4HQ

Related posts