Semisi Namun Tidak Sevisi

Semisi Namun Tidak Sevisi

Karena banyak pertanyaan yang ditujukan ke saya sehubungan dengan pengunduran diri saya dari kepengurusan YB Land DX Club, maka saya berfikir memang perlu untuk membuka apa alasan saya sehingga harus mundur dari kepengurursan tersebut agar tidak menimbulkan pendapat atau opini yang menyimpang.

Alasan utama yang membuat saya mundur dari kepengurusan adalah cara pandang yang berbeda terhadap kegiatan amatir radio, yang mana menurut pandangan saya kebijakan yang diambil oleh pengurus YB Land DX Club cenderung memandang rendah beberapa aktifitas amatir radio serta inkonsistensi kebijakan yang diambil oleh pengurus.

Contoh yang dapat saya berikan adalah ditolaknya eQSL sebagai syarat masuk menjadi anggota YB Land DX Club. Pengurus hanya mengakui Kartu QSL dan LoTW yang dapat digunakan untuk mendaftar sebagai anggota YB Land DX Club. Ketika saya menanyakan kenapa eQSL tidak diakui, jawaban pengurus, mantan pengurus dan para pendiri YB Land DX Club menjawab bahwa tidak diakuinya eQSL sebagai alternatif konfirmasi selayaknya Kartu QSL atau LoTW karena dalam sistem eQSL memiliki celah yang memungkinkan amatir radio berbuat curang atau tidak sportif. Sedangkan saya memiliki pandangan yang berbeda.

Pertama, Kartu QSL, LoTW, eQSL, atau cara konfirmasi lainnya hanyalah alternatif atau pilihan yang dapat digunakan oleh amatir radio dalam rangka meng-konfirmasi QSO yang telah dilakukannya. Jadi kalau ada yang mampu dan mau mengirim kartu QSL sebagai konfirmasi QSO maka itu tidak dilarang, tetapi tindakan itu tidak kemudian merendahkan atau menyalahkan amatir radio yang memilih menggunakan LoTW atau eQSL atau media lain sebagai media konfirmasi QSOnya.

Kedua, semua sistem konfirmasi memiliki celah atau kelemahan sehingga amatir radio dapat berbuat curang tak terkecuali LoTW dan Kartu QSL. Kecurangan dapat terjadi ketika oknum amatir radio memang berniat untuk berbuat curang dan itu pun tidak dapat dilakukan sendirian artinya seorang pelaku harus menemukan pelaku lain yang juga mau berbuat curang agar berhasil berbuat curang.

Ketiga, jika memang ada beberapa oknum yang berbuat curang melalui sistem eQSL itu tentu tidak serta merta mengeneralisir bahwa semua aktifitas melalui eQSL itu adalah curang. Dan seharusnya kita juga dapat memilah mana yang memang berniat berbuat curang dan mana yang merupakan kesalahan teknis. Kesalahan teknis yang dimaksud adalah kemungkinan kesalahan pencatatan data QSO sehingga terlihat seolah-olah ada oknum yang berusaha meng-konfirmasi QSO yang tidak pernah dilakukannya padahal dia tidak bermaksud melakukan itu. Contoh, ketika seseorang mengirim sebuah kartu QSL namun dengan data freq/band yang salah tulis/ketik padahal dia tidak pernah berniat untuk berbuat curang karena hal itu hanyalah sebuah ketidaksengajaan belaka, dalam kondisi ini sangat tidak patut jika kita mengatakan bahwa amatir tersebut telah berbuat curang.

Sayangnya penolakan eQSL dalam YB Land DX Club ini telah menjadi sebuah paradigma yang tidak hanya sebatas ditolak sebagai syarat masuk menjadi anggota tetapi telah menjadi sebuah pemahaman yang ditularkan ke semua anggota sehingga memandang eQSL adalah sesuatu yang rendah tidak berkualitas dan disarankan untuk tidak digunakan.

Cara pandang yang sama juga terjadi pada beberapa award/piagam yang seharusnya juga dapat dilampirkan sebagai syarat masuk anggota YB Land DX Club. Dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir sejalan dengan boomingnya mode QSO FT8 ada beberapa calon anggota yang mendaftar dengan melampirkan sebuah award contohnya award WAC yang dikeluarkan oleh klub FT8DMC. Berdasarkan aturan syarat masuk yang telah ditentukan sebelumnya maka calon anggota tersebut seharusnya dapat diterima menjadi anggota, namun pada kenyataannya pengurus mengambil keputusan untuk menolak syarat tersebut.

Ketika saya tanyakan apa alasan penolakan tersebut jawabannya adalah sama seperti cara memandang eQSL yaitu mencurigai bahwa award tersebut bisa jadi didapat dengan cara yang curang. Untuk mendapatkan award yang dimaksud, amatir radio memang cukup melaporkan hasil QSO yang telah dilakukannya tanpa melihat QSO tersebut sudah terkonfirmasi atau belum, namun itu tidak dapat dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa semua award yang didapat merupakan hasil kecurangan sehingga menolak semua calon anggota yang mendaftar dengan melampirkan syarat tersebut.

Menyikapi kenyataan itu, lalu pengurus berusaha membuat penafsiran terhadap syarat yang sudah ditentukan. Misalnya dengan mengatakan bahwa award yang dilampirkan harus dapat diverifikasi, menurut penafsiran saya yang dimaksud award dapat diverifikasi adalah bertujuan untuk memastikan bahwa award yang dilampirkan bukan award palsu jadi hanya memastikan bahwa calon anggota memang benar memiliki award tersebut tidak memverifikasi proses perolehan award atau bahkan memeriksa kembali QSO yang digunakan untuk mendapatkan award tersebut sudah terkonfirmasi atau belum.

Namun kemudian pengurus inkonsisten dan berkilah bahwa award yang dimaksud adalah award yang didapat berdasarkan QSO yang telah terkonfirmasi. Padahal dalam aturan yang telah ditetapkan tidak menyebutkan demikian, lagi pula penafsiran ini akan membuat syarat lain yaitu melampirkan sertifikat/piagam kontes menjadi tidak berlaku juga karena piagam kontes didapat dari QSO yang belum tentu terkonfirmasi. Namun untuk hal ini kemudian pengurus kembali inkonsisten dengan mengatakan bahwa QSO yang ada dalam kontes dianggap terkonfirmasi berdasarkan log publik yang ada di panitia kontes padahal konfirmasi yang diakui oleh YB Land DX Club hanyalah konfirmasi Kartu QSL dan LoTW.

Akhirnya pengurus mengambil kesimpulan bahwa calon anggota harus dapat melampirkan semua unsur-unsur syarat yang telah ditentukan. Inilah inkonsistensi pengurus terbesar yang saya lihat, karena dalam aturan yang sudah ditentukan menyebutkan bahwa syarat-syarat yang diminta merupakan alternatif/pilihan artinya jika 1 syarat telah dipenuhi maka syarat yang lain diabaikan. Kemudian sampailah pada keputusan bahwa pengurus memiliki hak dan kewenangan untuk menolak pendaftaran seorang calon anggota, dan saya tidak setuju dengan cara seperti ini yang mana walaupun memiliki hak dan kewenangan namun pengurus harus tetap bertindak objektif dan sportif sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan agar tidak terlihat bertindang sewenang-wenang dalam menggunakan kewenangannya.

Ditambah dengan permasalahan lain, maka saya menarik kesimpulan bahwa dasar kebijakan yang diambil oelh YB Land DX Club memberi kesan cenderung tidak menghargai sebuah aktifitas amatir radio. Sebagai sebuah Unit Kegiatan resmi ORARI kebijakan YB Land DX Club seharusnya dapat memberikan kesan bahwa unit ini untuk semua anggota ORARI yang memiliki kesamaan minat yaitu DXing, itulah seharusnya tujuan pemberlakukan syarat masuk calon anggota yang seyogyanya hanya menjadi alat ukur bahwa calon anggota menunjukkan keseriusan minat dalam dunia DXing. Peberlakuan syarat yang terlalu spesifik memberikan kesan bahwa YB Land DX Club adalah sebuah unit kegiatan yang eksklusif dan diperuntukkan hanya untuk segelintir orang saja. Lagi pula jika syarat masuk yang diterapkan cenderung dipersulit maka yang mampu menjadi anggota YB Land DX CLub hanya matir radio yang “expert” atau mahir dan terampil yang akhirnya menghilangkan fungsi pembinaan karena tidak ada anggota yang perlu dibina. Kemudian tidak konsistennya pengurus menjalankan kebijakan yang sudah ditentukan merupakan perbedaan pendapat terbesar bagi saya. Dan yang terakhir adalah saya memandang kepengurusan ini tidak independen, ada pihak lain selain ORPUS sebagai organisasi induk yang mempengaruhi kebijakan yang diambil oleh pengurus dan menurut saya hal ini tidak seharusnya terjadi.

Terhadap perbedaan pendapat tersebut diatas saya telah seringkali menyatakan disenting opinion terhadap keputusan yang diambil. Dan saya menyadari bahwa perbedaan pendapat ini kemungkinan tidak menemui titik kesamaan sehingga saya memutuskan untuk mundur dari kepengurusan.

Semoga penjelasan ini dapat memberikan gambaran serta pemahaman yang cukup sehingga semua pihak dapat memakluminya.

 

73,

YC4HQ

Related posts