Balok Titian Ke Sumatera Selatan

Balok Titian Ke Sumatera Selatan

Kesimpulan (Dalam Banyuasin)

  • Awareness tentang Pilgub tahun 2018 sekitar 44%. Lebih tinggi daripada awareness Pilbup.
  • Selain Yan Anton Ferdian, nama-nama yang selama ini popular di Sumsel, memperoleh tingkat pengenalan (awareness) nama yang tinggi: Herman Deru, Syahrial Oesman, Dodi Reza Alex dan Ishak Mekki.
  • Rata-rata indikator popularitas (persepsi tentang pengenalan, kedisukaan, dan penerimaan responden) : Yan Anton Ferdian : 47,2% Herman Deru : 15,5% Ishak Mekki : 3,3% Dodi Reza Alex : 20,6% Syahrial Oesman : 16,9%
  • Untuk Yan Anton Ferdian masih belum optimal (sebagai incumbent Bupati Banyuasin seharusnya masih bisa lebih dioptimalkan)
  • Indikator-indikator ikonisitas (persepsi tentang representasi, telah berbuat, pembentuk identitas, dan penggerak semangat kekitaan): Yan Anton Ferdian : 32,2% Herman Deru : 21,8% Ishak Mekki : 3,7% Dodi Reza Alex : 19,7% Syahrial Oesman : 13,5%.
  • Kekuatan positioning (memiliki daya tarik istimewa yang tidak dimiliki oleh kandidat lainnya) versi 4 kandidat: Yan anton Ferdian : 70,5% Herman Deru : 52,1% Ishak Mekki : 35,0% Saifudin Aswari : 9,0%
  • Elektabilitas versi 5 kandidat: Yan Anton Ferdian : 45,2% Herman Deru : 23,6% Ishak Mekki : 8,4% Saifudin Aswari : 0,6% Muzakir Sae Sohar : 0.4%
  • Elektabilitas versi 10 kandidat dapat dikatakan sebangun dengan skor popularitas dan ikonisitas untuk 10 kandidat tersebut.
  • Elektabilitas Yan Anton Ferdian untuk Cagub berdasarkan wilayah kecamatan tidak sebangun dengan elektabilitasnya sebagai Bupati. Para responden memandang Pilgub adalah pertarungan yang berbeda dengan Pilbup.

Kesimpulan (Luar Banyuasin)

  • Awareness tentang Pilgub tahun 2018 sekitar 26,3%. Masih Sangat Rendah.
  • Kekuatan awareness (pengenalan nama) didominasi oleh nama-nama lama yang pernah melakukan sosialisasi masif atau memiliki ‘panggung besar’ untuk sosialisasi : Herman Deru, Dodi Reza Alex Noerdin, Ishak Mekki dan Syahrial Oesman. Nama-nama lainnya relatif rendah. Menyebabkan bias awareness terhadap variabel-variabel lainnya : skor variabel tertentu lebih tinggi pada sosok yang dikenal namanya dibandingkan dengan yang tidak dikenal, padahal tidak ditopang oleh keyakinan yang tinggi. Variabel-variabel yang terpengaruh tersebut di antaranya adalah popularitas, ikonisitas, positioning, arketipe dan elektabilitas. Masih dangkal dan belum mengkristal.
  • Dengan demikian, skor rata-rata popularitas, ikonisitas, dan positioning masing-masing kandidat sebangun dengan tingkat awarenes nama masing-masing kandidat.
  • Elektabilitas dalam berbagai versi juga berbanding lurus dengan awareness nama.
  • Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa terbentuknya elektabilitas tidak ditopang oleh pengetahuan yang mendalam mengenai kandidat.
  • Para responden tidak dapat menunjukkan secara konkret pencapaian atau prestasi kandidat-kandidat yang memiliki tingkat awareness nama yang tinggi.
  • Para responden menilai kandidat tersebut dengan atribut yang abstrak.
  • Elektabilitas para kandidat masih sangat cair.
  • Seperti menurut responden di Banyuasin, pada survey ini, para responden menyebutkan beberapa atribut utama model Gubernur Sumsel : tegas, mampu mengangkat daerah ke forum nasional dan internasional, dan merakyat di samping aspek-aspek personalitas positif lainnya.
  • Para responden menyebutkan beberapa atribut langka yang penting dimiliki pemimpin, yaitu responsif terhadap masalah dan komunikatif dengan warga, di samping beberapa atribut mampu mengatasi masalah-masalah konkret.
  • Alex Noerdin dianggap pemimpin yang berhasil dan dapat mengangkat Sumsel lebih maju ketimbang propinsi-propinsi lainnya di Sumatera.
  • Secara umum, para responden tidak mengetahui keberhasilan Yan Anton Ferdian sebagai Bupati Banyuasin: program paritas-standar, program diferensiasi-unggulan, dan penghargaan yag pernah diterima.
  • Penelitian ini mencoba menggali penilaian (tingkat kepuasan) para responden dengan mengandaikan responden mengetahui capaian program standar, diferensiasi, dan penghargaan yang diperoleh Bupati Banyuasin.
  • Mayoritas responden (71,8%) menyatakan antara puas dan tidak puas dengan capaian seperti itu.
  • Namun, analisis lebih lanjut menunjukkan, pengandaian seperti ini tidak dapat menggali penilaian para responden karena persepsi para responden umumnya dibiaskan oleh ‘ketidaktahuan’ tentang program-program tersebut.
  • Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis bahwa orang yang tahu dengan berbagai keberhasil program-program dan penghargaan itu memberi skor puas terhadap Bupati Banyuasin.

Rekomendasi

  • Mempertimbangkan untuk menambah program unggulan untuk memperkuat positioning.
  • Perlu bentuk tim kecil untuk menggarap (dimulai dengan analisis SWOT untuk mengembangkan program yang realistis)

Hasil Survey Pilkada Gubernur. Sample diambil di dalam Kabupaten Banyuasin.

Hasil Survey Pilkada Gubernur. Sample diambil di Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Musi Banyuasin

 

Related posts