Balok Titian 2018

Balok Titian 2018

Kesimpulan

  • Awareness tentang Pilbup tahun 2018 sekitar 25%. Responden belum ‘terdorong’ menunjukkan preferensi dan elektabilitas
  • Rata-rata indikator-indikator popularitas (persepsi tentang pengenalan, kedisukaan, dan penerimaan responden) terhadap Bupati Yan Anton Ferdian 71%. Terhitung cukup tinggi tapi masih dapat dimaksimalkan untuk konteks incumbent.
  • Indikator-indikator ikonisitas (persepsi tentang representasi, telah berbuat, pembentukan identitas, dan penggerak semangat kekitaan) 64,4%. Terhitung masih belum optimal.
  • Elektabilitas Yan Anton Ferdian 57,4%, diikuti berturut oleh Arkoni (9,2%), Askolani (5,4%), dan belum menunjukkan sikap (20%). Belum mengkristal karena masyarakat belum ‘memikirkan’ Pilbup. Namun perlu dicatat juga: terdapat gap antara apa yang telah dicapai Bupati dengan perilaku elektoral para responden. Masih bisa ditingkatkan untuk seorang incumbent.
  • Secara umum, para responden tidak dapat memberi penilaian terhadap kinerja program paritas-standar karena responden tidak tahu. Kecuali untuk penyelenggaraan PAU (60,6% puas), peningkatan pusat layanan kesehatan (67,9% puas), pembangunan jalan-jembatan antar desa dan poros kecamatan (46,8% puas), yang berarti belum mencapai angka optimal. Hal ini menyebabkan tidak maksimalnya popularitas, ikonisitas, arketipe (persepsi karakter yang diceritakan), dan elektabilitas.
  • Secara umum, para responden tidak dapat memberi penilaian terhadap kinerja program diferensiasi-unggulan. Hal ini menyebabkan tidak optimalnya popularitas, ikonisitas, arketipe (persepsi karakter yang diceritakan), dan elektabilitas. Hal ini menyebabkan tidak optimalnya popularitas, ikonisitas, arketipe (persepsi karakter yang diceritakan), dan elektabilitas.
  • Secara umum, para responden tidak mengetahui adanya berbagai pengakuan dan penghargaan untuk Bupati Banyuasin atas pencapaian prestasi.
  • Secara umum, persepsi para responden mengenai arketipe (karakter-karakter positif diceritakan dalam kehidupan sehari-hari) untuk Yan Antor Ferdian : Agentif (karakter tentang kualitas kerja, menggerakkan, dan visi) di bawah 50% (belum optimal). Komunion (karakter tentang keinginan untuk menyatu dan dekat dengan rakyat) : rata-rata juga di bawah 50% (belum optimal). Intimitas (karakter untuk menumbuhkan suasana keceriaan dan daya pikat terhadap orang lain) : rata-rata juga di bawah 50% (belum optimal). Mengapa belum optimal : banyak responden tidak tahu.[ads1]
  • Beberapa harapan responden terhadap Bupati secara umum bersifat abstrak: perlu penafsiran lebih lanjut.
  • Dari perspektif wilayah kecamatan, terdapat beberapa kecamatan di mana Bupati Banyuasin memperoleh elektabilitas yang relatif rendah dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lain. Yaitu : Air Salek, Banyuasin III, Betung, Pulau Rimau, Rantau Bayur, Suak Tapeh, Tanjung Lago dan Tungkal Ilir. Umumnya, hal ini terkait dengan basis sosiologis para kandidat lainnya.
  • Dari perspektif siklus keluarga, Yan Anton Ferdian banyak didukung oleh responden yang belum menikah, dan keluarga muda (menikah tetapi belum punya anak). Untuk responden senior (menikah dan sudah punya anak) tingkat dukungan terhadap Yan Anton Ferdian relatif rendah dibandingkan dengan warga junior, meskipun Yan Anton Ferdian unggul di segmen ini.

Rekomendasi

  • Mencapai elektabilitas 75% dengan menggarap beberapa kecamatan “bermasalah”. Di basis sosiologis pesaing: memecah atau menghancurkan kekuatan lawanèmerangkul tokoh-tokoh masyarakat, menciptakan program kebijakan tertentu, dan kunjungan-kunjungan. Di kecamatan dengan angka swing voter tinggi: rekoneksi (menyambung) kembali hubungan, kunjungan, dan program kebijakan.
  • Penguatan popularitas dan ikonisitas dengan menyebarluaskan pencapaian prestasi dan penghargaan melalui berbagai saluran komunikasi yang ada.
  • Branding program-program yang sedang dan akan berjalan. Memberi nama yang simple, mudah dipahami, dan mudah diingat dengan identitas yang kuat (visual dan kata).
  • Mengimformasikan brand pada berbagai saluran komunikasi yang ada, termasuk pada dengan “melibatkan” masyarakat saat diskusi perencanaan maupun evaluasi.
  • Mempertimbangkan 3 lapis brand: Brand induk: misalnya, “Banyuasin Giat Membangun”, “Banyuasin Maju Membangun” …. Perlu eksplorasi untuk memilih yang tepat. Brand platform berdasarkan sektor atau wilayah
    Banyuasin Membangun Desa. Banyuasin Membangun Sekolah …. Dll perlu eksplorasi.

Related posts