Mulai Belajar Menggunakan Mode SSB

 

Malam ini, saya mendapat pemberitahuan, bahwa QSO pada tahun 2015 yang lalu yaitu TX3X telah memberikan konfirmasi melalui LoTW. QSO CW pada band 15 Meter itu merupakan QSO CW ke 100 dalam daftar DXCC yang telah saya dapatkan.

Dengan demikian, tamatlah sudah perjuangan untuk mendapatkan 100 DXCC QSO dalam mode CW. Rangkaian perjuangan yang lumayan berat dan panjang. Saya membutuhkan waktu 1 tahun 3 bulan untuk mencapainya, agak lebih berat jika dibandingkan dengan perolehan DXCC mode Digital/RTTY yang saya peroleh hanya dalam waktu 11 bulan saja.

Mode Digital, sudah selesai, Mode CW pun sudah khatam. Kini tinggallah 1 mode komunikasi yang paling berat bagi saya, yaitu Phone (SSB). Terberat??? Yup Phone adalah mode yang paling berat dari semua mode yang ada.

Anda mungkin saja mengatakan bahwa mode yang paling mudah adalah phone, tidak membutuhkan peralatan tambahan dan keterampilan tambahan untuk melakukan QSO phone. Anda benar, tetapi untuk dapat menjangkau ke seluruh pelosok dunia sangatlahlah tidak mudah jika menggunakan mode phone. Bahkan saya mengatakan bahwa mode phone adalah mode tersulit karena untuk melakukannya tidak dapat dibantu dengan peralatan tambahan apapun kecuali diri kita sendiri.award-approved

Dalam mode digital, tidak satupun amatir radio yang mampu untuk melakukannya tetapi dapat dengan santainya ber-QSO digital dengan menggunakan bantuan software. egitu pula mode CW, jangan anda khawatir bahwa anda tidak mengerti bahasa sandi morse karena anda dapat menerjemahkan pancaran CW dengan bantuan software, baik mengirim atau menerima. Dalam hal peralatan pun tidak terlalu menuntut banyak, di studio saya karena kendala teknis maka saya tidak dapat memancar lebih dari 45 watt karena jika lebih maka menimbulkan gangguan keperalatan lain, tetapi stasiun lawan di seluruh dunia dengan meudahnya menangkap pancaran saya bahkan dengan ketinggian antena 0 (nol) meter diatas tanah. Kondisi yang sama juga terjadi pada mode CW, saya tidak memerlukan output power yang berlebihan jika hanya untuk mengejar 100 DXCC. Saya melakukannya dengan sangat santai dan senyatanya saya mencapai semua itu sebelum masa Izin Amatir Radio saya berakhir.

Saya telah mencoba beberapa kali ber-QSO dengan mode phone, dan saya menghadapi kendala terbesar yang selama ini tidak saya rasakan. Mulai dari keterampilan telinga, tunggu, jangan anda kira menangkap informasi yang dikirim dalam mode phone adalah lebih mudah, apalagi dalam kondisi propagasi atau noise yang cukup tinggi. Dalam hal mengirim informasi juga tidak lebih mudah dalam mode phone, coba anda perhatikan jarum-jarum penunjuk di studio anda, apakah itu jarum Power Meter, ALC dll. Jika anda mengatur power output anda pada posisi 100 watt, cobalah untuk berbicara dan perhatikan jarum itu, pernahkah mencapai skala maksimum 100 watt? Anda mungkin dapat saja menambahkan peralatan lain seperti pre-amp atau bahkan menghubungkannya ke sebuah booster 250 atau bahkan 500 watt, namun dalam kenyataannya QSO tetap sulit untuk dilakukan, apalagi dalam kondisi menembus pile up atau QSO dilakukan pada low band. Kebiasaan berbahasa juga kerap kali menjadi kendala dalam QSO mode phone dimana seringkali kita menemui bunyi pengucapan yang berbeda dengan kebiasaan kita sehari-hari.

Saya memprediksi, dalam rangka mencapai 100 DXCC mode phone, saya akan menemui banyak kesulitan dan akan membutuhkan waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan mode Digital atau CW, kondisi diperparah dengan alokasi izin yang saya miliki yaitu tingkat siaga (YD) yang hanya boleh menggunakan mode phone pada band 40 dan 80 meter saja.

Namun begitu, saya tetap optimis, dengan perlahan-lahan saya akan mampu menguasai mode phone dan juga mampu meraih 100 DXCC.

Wish Me Luck – YD4IRS

Check Also

Kilas Balik Organisasi Amatir Radio Indonesia

Pada saat berdirinya International Amateur Radio Union (IARU) tahun 1925, wilayah nusantara pada saat itu …