Ham Radio Deluxe – Apa Dan Bagaimana

Ham Radio Deluxe – Apa Dan Bagaimana

Dengan perkembangan dunia amatir radio sekarang ini, penulis tidak dapat membayangkan jika seorang amatir radio dalam menjalankan hobinya tidak didukung dengan sebuah software untuk mempermudah dalam menjalankan hobinya sebagai seorang operator radio. Sebuah aspek yang sangat penting adalah manajemen pencatatan (log). Dengan semua yang penulis alami selama ini, tidak dapat terbayangkan betapa repot amatir-amatir radio senior jaman dulu yang berhasil membuat pencatatan kegiatannya dengan baik dan rapi.

Kini, ada banyak software yang telah diciptakan untuk mempermudah managemen pencatatan kegiatan amatir radio. Satu diantara sekian banyak software yang ada adalah Ham Radio Deluxe (HRD). HRD adalah sebuah kumpulan software yang diintegrasikan sehingga pengguna dapat melakukan banyak hal dengan dibantu software ini. Otomatisasi sangat mudah dilakukan sehingga seorang amatir radio menjadi sangat pesat perkembangannya dan menjalani hobi ini menjadi sangat menyenangkan.

HRD dikembangkan pertama kali oleh Simon Brown – HB9DRV, beliau adalah seorang amatir radio dari negara Swis. Sedemikian banyaknya fitur dan kemampuan HRD membuatnya sangat populer, tercatatlah jumlah pengguna HRD telah mencapai lebih dari 20.000 user. Pada tahun 2011, Simon menjual hak cipta HRD kepada Mike Carper, WA9PIE, Randy Gawtry, K0CBH dan Rick Ruhl, W4PC. Sejak itu HRD dikelola secara profesional dan terus dilakukan perbaikan dan pengembangan fitur yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan dunia amatir radio.

Kegunaan

Apa yang dapat kita lakukan dengan HRD ? Jawabnya adalah hampir semua kegiatan operator radio dapat dilakukan dengan dukungan HRD. Untuk melayani semua keperluan penggunanya, HRD dilengkapi dengan 5 buah modul software, yang semua modul tersebut terhubung antara satu dengan lainnya. Setiap modul dilengkapi dengan puluhan bahkan ratusan fitur yang dapat disesuaikan dengan keperluan pengguna.

Capture

Kendali radio adalah satu fitur vital yang sangat dikagumi oleh pengguna HRD karena HRD mampu memindahkan hampir seluruh fungsi sebuah radio ke dalam layar komputer bahkan menurut penulis satu-satunya pesaing HRD dalam hal kendali radio adalah software khusus yang dibuat hanya untuk satu jenis radio saja. HRD memiliki kemampuan mengendalikan radio dari 7 merek besar produsen radio komunikasi tentu saja yang tipenya sudah mendukung sistem CAT. Penulis sampai lupa cara mengoperasikan FT-857D milik penulis secara manual karena sejak menggunakan HRD penulis tidak pernah menyentuh radio tersebut kecuali tombol power.

Capture1

HRD juga dilengkapi dengan software pencatatan yaitu HRDLogbook. Menurut penulis managemen logbook yang ditawarkan oleh HRDLogbook benar-benar lengkap, apalagi bagi anda yang mencatat banyak hal dari sekedar pencatatan standar kemudian dapat anda jadikan data referensi dikemudian hari. Waktu, laporan signal, kondisi propagasi, alamat, nomor IOTA, informasi QSL dan data lain dapat anda simpan dengan baik. HRDLogbook juga dilengkapi dengan fitur integrasi dengan DX Cluster, Online Logbook, ekspor impor data, sampai akhirnya anda tidak perlu software lain untuk mencetak QSL Card yang akan anda kirim. Dan pada waktunya anda dapat melihat apakah anda sudah cukup syarat untuk mendapatkan sebuah award.

Capture2

Mode komunikasi digital juga menjadi andalan dalam HRD. Dengan Digital Master, pengguna dapat melakukan hampir semua komunikasi mode digital. PSK, RTTY, SSTV, Field Hell dan masih banyak lagi, sehingga anda tidak perlu membuka banyak software. Digital Master juga mampu menggantikan keyer manual dalam komunikasi CW, dan jika diperlukan dia juga mampu menterjemahkan pancaran CW untuk anda. Tentu saja Digital Master diintegrasikan dengan HRDLogbook, sehingga anda dapat langsung mencatat data QSO langsung dari Digital Master.

Capture3

Pagi para penggemar komunikasi satellite, HRD juga dilengkapi dengan HRD Sat Tracker yang memuat dan menampilkan data pergerakan satellite yang anda tuju. Disini anda juga dapat mengetahui mulai kapan sebuah satellite dapat dijangkau dari posisi anda, berapa lama waktu yang tersedia, dan dari arah mana satellite tersebut akan mulai terlihat, bahkan anda dapat mengetahui data frekuensi uplink dan downlink dari satellite tersebut dan langsung memerintahkan software agar otomatis menyesuaikan frekuensi radio anda. Dengan modul ini anda tidak akan pernah kehilangan kesempatan untuk melakukan komunikasi DX melalui satellite.

Capture4

Untuk menambah jarak jangkau pancarannya, umumnya amatir radio melengkapi stasiunnya dengan sebuah directional antenna. Mungkin terkesan sederhana ke mana arah antenna anda hanya perlu memutarnya dengan kendali rotator yang ada. Namun pada kenyataannya tidak semudah yang kita kira. Menggunakan antena directional dengan pengatur arah manual membutuhkan keterampilan khusus agar arah antena dapat tertuju dengan benar. Namun dengan HRD Rotator, anda tidak memerlukan semua itu, yang anda perlukan adalah mengubungkan rotator anda dengan HRD dan biarkan HRD yang menggerakkan arah antena anda dengan tepat ke arah stasiun yang anda tuju.

Jika semua modul tersebut terhubung dengan seluruh peralatan yang kita miliki. maka aktifkan radio, lalu aktifkan seluruh modul HRD. Perhatikan pada DX Cluster di HRDLogbook ada yang berwarna merah? Itu artinya sebuah DXCC baru bagi kita, klik callsign tersebut, maka secara otomatis HRD akan merubah frekuensi dan mode radio kita sesuai dengan data yang ada dari DX Cluster, pada saat yang sama HRD Rotator akan menggerakkan antena kita ke arah stasiun tersebut. Kemudian kita langsung dapat lakukan QSO dengan Digital Master karena stasiun tersebut menggunakan mode RTTY. Setelah QSO selesai maka secara otomatis HRD Logbook mengirimkan data QSO tersebut ke HRDLog.net, eQSL.cc dan LoTW jika lawan QSO kita melakukan hal yang sama maka QSO tersebut akan langsung terkonfirmasi. Jika tidak, maka melalui HRD Logbook kita download data QSL info stasiun tersebut lalu mencetak QSL card untuk kita kirim esok pagi. Dan jika kita lihat pada fitur Award Tracking maka kita akan segera mengetahui bahwa kita telah memenuhi syarat untuk mengajukan 5 Band DXCC Award. Wow…

Namun demikian tak ada gading yang tak retak. Beberapa pengguna melaporkan bahwa HRD memiliki performa yang lambat, tidak efisien dalam kegiatan kontes, pengolahan data QSO yang lambat jika jumlah QSO telah mencapai ribuan.

HRD adalah sebuah software multifungsi dan multitasking, artinya HRD menjalankan banyak fungsi dan operasi dalam satu waktu yang bersamaan. Kondisi ini adalah wajar, namun penulis memiliki sebuah komputer dengan prosesor Core 2 Duo dan sistem operasi Windows 7 masih tergolong nyaman jika komputer tidak digunakan untuk hal lainnya.

Pengolahan data QSO yang lambat memang tetap menjadi isu yang belum selesai dibahas oleh pengguna HRD, namun bagi penulis semua software akan menjadi lambat kinerjanya jika data yang diolah mencapai jumlah yang sangat banyak, karenanya penulis memecah database QSO menjadi beberapa bagian misalnya sebuah logbook selama semester pertama lalu untuk data QSO semester kedua disimpan dalam logbook yang berbeda.

Penyebab lain adalah seringkali pengguna mengaktifkan sebuah fitur tetapi tidak didukung dengan resource yang diperlukan. Misalnya, pengguna HRD mengaktifkan fitur auto lookup, maka HRD akan mendownload data sebuah stasiun dari QRZ.com atau Ham Call pada saat kita mengetik sebuah callsign, namun pada saat yang sama tidak ada koneksi internet pada komputer kita atau koneksi yang ada sangat lambat, maka ini akan mempengaruhi kinerja HRD sehingga terkesan menjadi lambat. Karenanya dari begitu banyaknya fungsi dan fitur yang ada sebaiknya kita mengaktifkan fitur yang memang kita perlukan dan didukung oleh resource yang diperlukan.

Untuk keperluan sebuah kontes HRD juga tetap handal walaupun tidak se-efisien software yang memang dirancang untuk keperluan kontes. Namun demikian dengan penggunaan macro dan fungsi-fungsi lain, pengguna HRD masih tetap dapat mengikuti sebuah kontes tanpa harus memasang software lain.

Satu-satunya kelemahan HRD bagi penulis adalah HRD mengedepankan Object Oriented GUI. Disini terlihat bahwa HRD sangat ingin membuat nyaman mata penggunanya dengan mengatur sedemikian rupa tampilan software, namun akibatnya HRD menjadi terkesan lebih lambat karena pengguna HRD harus menggapai mouse dan menggerakkanya untuk menjangkau sebuah fungsi, fitur atau operasi, hanya beberapa fungsi yang dapat diterjemahkan kepada tombol-tombol keyboard. Sampai pada update tebaru versi 6.3.0.440, HRD tetap memepertahankan GUI ini tanpa memberikan fitur pemindahan fungsi kepada keyboard sehingga performa teknis HRD yang mungkin tergolong lambat akan menjadi lebih lambat karena untuk mengoperasikannya pengguna wajib menggunakan mouse.

Lalu bagaimana menggunakan HRD secara keseluruhan ? Karena fitur HRD yang sangat banyak dan kompleks maka penulis akan menjabarkannya modul per modul pada tulisan yang akan datang.

Related posts