YD4IRS

Indonesian Amateur Radio Station

Lebih Jauh Tentang QRZ.com

Perkembangan teknologi informasi telah membuat pergeseran cara amatir radio menjalankan hobinya. Jika dulu sekitar tahun 80-an, seorang amatir radio harus bersusah payah bertukar informasi QSL Info di udara karena harus mengimbangi buruknya propagasi, sekarang sangat sering terdengar jawaban “My QSL Info is OK in QRZ.com”. Atau manakala stasiun lawan adalah stasiun yang langka, misalnya sebuah ekspedisi yang juga dipanggil oleh puluhan bahkan ratusan stasiun pada saat yang sama sehingga sangat tidak memungkinkan untuk bertukar QSL Info melalui udara. Amatir radio sekarang mengandalkan QRZ.com sebagai penyedia informasi QSL Info dari stasiun yang dimaksud.

Pada awalnya QRZ.com dibuat dan dikembangkan oleh beberapa amatir radio dari USA yang penggunanya juga kebanyakan amatir radio dari USA, ini disebabkan fasilitas internet pada masa itu (sekitar tahun 90an) baru berkembang di negara USA, namun seiring perkembangan teknologi internet maka sekarang QRZ.com digunakan hampir oleh seluruh amatir radio di dunia.

Fasilitas yang ditawarkan oleh QRZ.com adalah informasi seputar kegiatan amatir radio di dunia, namun fasilitas yang paling sering digunakan oleh amatir radio adalah database QSL Info dari seluruh amatir radio baik pribadi, klub atau ekspedisi.

Apa dan bagaimana QRZ.com, untuk lebih jelasnya silahakn simak video berikut ini,

Semakin Cepat Dan Tepat Dengan Makro Pada N1MM

Dalam sebuah kontes, biasanya operator dituntut untuk bertindak cepat, mulai dari cara memanggil, menjawab, mencatat dan lain-lain harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Software N1MM yang memang dirancang untuk keperluan QSO kontes memberikan solusi bagi operator agar dapat melakukan kegiatannya dengan cepat tepat dan efisien. Solusi yang dimaksud adalah penggunaan makro.

Makro adalah sekumpulan perintah yang diatur oleh operator yang akan dijalankan oleh software pada saat operator memberikan perintah untuk menjalankan makro tersebut. Misalnya operator memberikan serangkaian perintah kepada software yaitu tekan PTT radio, lalu kirim data CQ CQ CQ DE YD4IRS YD4IRS lalau lepas PTT, maka perintah itu ditulis dalam sebuah makro yang bentuknya seperti “F1 Call CQ,{tx}CQ CQ CQ DE {MYCALL} {MYCALL} {MYCALL} PSE{rx}”

Dengan menggunakan makro, operator dengan sangat efisien meng-handle QSO juga dengan cepat dan tepat karena sudah terprogram didalam makro dan operator hanya cukup memanggil makro yang dimaksud lalu software akan menjalankan serangkaian perintah yang telah diprogram sebelumnya. Makro ini dapat digunakan dalam semua mode QSO. Sedikit modifikasi pada saat menggunakan makro untuk QSO mode SSB.

Berikut contoh makro dalam N1MM:

#############
# RUN Messages
###################
F1 Call CQ,{clear}{tx}CQ CQ CQ DE {MYCALL} {MYCALL} {MYCALL} PSE{rx}
F2 Run Exch,{tx}! {SENTRST} {EXCH} {EXCH} ! BK{rx}
F3 Run TU,{TX}! TU 73 QRZ? DE {MYCALL}{RX}
F4 {MYCALL},{TX} {MYCALL} {RX}
F5 His Call,{TX} ! {RX}
F6 Spare,
F7 My Exch,{TX}{ENTER}{SENTRST} {EXCH} {EXCH} {EXCH} {EXCH} {RX}
F8 Agn?,{TX}{ENTER}…AGN? AGN? {RX}
F9 Spare,
F10 Spare,
F11 Spare,
F12 Wipe,{WIPE}
#
###################
# S&P Messages
###################
# “&” doubled, displays one “&” in the button label
F1 S&&P CQ,{TX} QRL? QRL? QRL? DE {MYCALL}{RX}
F2 S&&P Exch,{TX}{ENTER}! {SENTRST} {EXCH} {EXCH} {EXCH} {MYCALL} {RX}
F3 S&&P TU,{TX}{ENTER}! TU de {MYCALL} {RX}
F4 S&&P Call Him,{TX}{ENTER}{MYCALL} {MYCALL} {MYCALL}{RX}
F5 His Call,{TX} ! {RX}
F6 {MYCALL},{TX} {MYCALL} {RX}
F7 My Exch,{TX}{ENTER}{SENTRST} {EXCH} {EXCH} {RX}
F8 Agn?,{TX}{ENTER}agn? agn? {RX}
F9 Spare,
F10 Spare,
F11 Spare,
F12 Wipe,{WIPE}

Terungkap !!! Ini Cara Gampang Belajar Morse

CW atau kode morse, bagi beberapa orang mungkin dipandang sebagai sesuatu yang rumit. Namun sesungguhnya tidak serumit yang dikira.

Bagi saya, CW adalah sebuah bahasa, artinya semua orang pasti bisa mempelajari dan menggunakannya.

Untuk dapat mahir CW ada beberapa metode pembelajaran, dalam video berikut adalah pengalaman penulis dalam belajar CW.

QSO Lebih Terarah Dengan JTAlert

Mengejar award atau pencapaian tertentu selalu dilakukan oleh amatir radio, tak terkecuali juga dengan melakukan QSO di banyak mode demi untuk mendapatkan kredit QSO yang dicari.

JT-65 adalah sebauh mode digital yang kini diandalkan oleh banyak amatir radio. Kemampuan mode ini untuk menembus propagasi yang buruk, QRM yang tinggi menjadi alasan utama bagi amatir radio untuk rela melakukan sebuah QSO yang memakan waktu 3-4 menit.

Sebegitu lamanya untuk melakukan sebuah QSO dalam JT-65 maka perlu diterapkan metode yang membuat semua QSO itu menjadi efisien, misalnya QSO dengan stasiun yang sama berulang-ulang hanya akan membuang waktu dan tenaga dengan sia-sia.

Itulah fungsi dari software JTAlert yang akan membuat kita semakin efisien dalam mencari kredit QSO yang kita inginkan.

Sempurnakan Stasiun Anda Dengan HRD

Seiring kemajuan teknologi, kegiatan amatir radio pada masa kini didukung penuh dengan teknologi penunjang. Kondisi ini membuat hobi ini semakin menyenangkan.

Ham Radio Deluxe, adalah sebuah software yang dirancang khusus untuk mendukung dan mempermudah para HAM dalam melaksanakan hobinya.

Software ini memiliki banyak fungsi, mulai dari mengendalikan radio dengan fiturnya, pencatatan data QSO, manajemen award, QSL-ing, dilengkapi juga dengan interface QSO mode digital. Sampai pada interkoneksi dengan berbagai sumber yang ada di internet, seperti DX CLuster, Online logbook dan lain sebagainya.

Uji Coba Kemampuan Terima Beberapa Radio

Yaesu FT-857D & Yaesu FT-80C

Yaesu FT-857D & ICOM IC-7410

ICOM IC-7300 & ICOM IC-7410

Yaesu FT 857D & ICOM IC-7300

Dicoba pada FM modulasi 2 kHz dengan bandwidth 500 Hz. Kondisi standar, PRE-AMP2 pada ICOM diaktifkan.

Mulai dari yang ter-peka:

  • ICOM IC-7300 (SDR) — 111 dbm
  • ICOM IC-7410 — 105 dbm
  • Yaesu FT-857D — 97 dbm
  • Yaesu FT-80C — 93 dbm

Catatan:

  • Semua radio masih dapat menerima sinyal yang lebih lemah dari yang tertera jika yang jadi ukuran adalah bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia. Angka diatas menggunakan indikator signal meter dari masing-masing radio.
  • Sangat dimungkinkan terdapat faktor perbedaan kalibrasi signal meter dari masing-masing radio, namun jika dibandingkan pula dengan kualitas signal audio yang muncul di masing-masing radio maka urutan hasil tersebut diatas tidak berubah.
  • Sangat dimungkinkan terdapat faktor kesalahan indikator pada piranti pembangkit signal namun diabaikan.

73 DE YD4IRS

Balok Titian 2018

Kesimpulan

  • Awareness tentang Pilbup tahun 2018 sekitar 25%. Responden belum ‘terdorong’ menunjukkan preferensi dan elektabilitas
  • Rata-rata indikator-indikator popularitas (persepsi tentang pengenalan, kedisukaan, dan penerimaan responden) terhadap Bupati Yan Anton Ferdian 71%. Terhitung cukup tinggi tapi masih dapat dimaksimalkan untuk konteks incumbent.
  • Indikator-indikator ikonisitas (persepsi tentang representasi, telah berbuat, pembentukan identitas, dan penggerak semangat kekitaan) 64,4%. Terhitung masih belum optimal.
  • Elektabilitas Yan Anton Ferdian 57,4%, diikuti berturut oleh Arkoni (9,2%), Askolani (5,4%), dan belum menunjukkan sikap (20%). Belum mengkristal karena masyarakat belum ‘memikirkan’ Pilbup. Namun perlu dicatat juga: terdapat gap antara apa yang telah dicapai Bupati dengan perilaku elektoral para responden. Masih bisa ditingkatkan untuk seorang incumbent.
  • Secara umum, para responden tidak dapat memberi penilaian terhadap kinerja program paritas-standar karena responden tidak tahu. Kecuali untuk penyelenggaraan PAU (60,6% puas), peningkatan pusat layanan kesehatan (67,9% puas), pembangunan jalan-jembatan antar desa dan poros kecamatan (46,8% puas), yang berarti belum mencapai angka optimal. Hal ini menyebabkan tidak maksimalnya popularitas, ikonisitas, arketipe (persepsi karakter yang diceritakan), dan elektabilitas.
  • Secara umum, para responden tidak dapat memberi penilaian terhadap kinerja program diferensiasi-unggulan. Hal ini menyebabkan tidak optimalnya popularitas, ikonisitas, arketipe (persepsi karakter yang diceritakan), dan elektabilitas. Hal ini menyebabkan tidak optimalnya popularitas, ikonisitas, arketipe (persepsi karakter yang diceritakan), dan elektabilitas.
  • Secara umum, para responden tidak mengetahui adanya berbagai pengakuan dan penghargaan untuk Bupati Banyuasin atas pencapaian prestasi.
  • Secara umum, persepsi para responden mengenai arketipe (karakter-karakter positif diceritakan dalam kehidupan sehari-hari) untuk Yan Antor Ferdian : Agentif (karakter tentang kualitas kerja, menggerakkan, dan visi) di bawah 50% (belum optimal). Komunion (karakter tentang keinginan untuk menyatu dan dekat dengan rakyat) : rata-rata juga di bawah 50% (belum optimal). Intimitas (karakter untuk menumbuhkan suasana keceriaan dan daya pikat terhadap orang lain) : rata-rata juga di bawah 50% (belum optimal). Mengapa belum optimal : banyak responden tidak tahu.[ads1]
  • Beberapa harapan responden terhadap Bupati secara umum bersifat abstrak: perlu penafsiran lebih lanjut.
  • Dari perspektif wilayah kecamatan, terdapat beberapa kecamatan di mana Bupati Banyuasin memperoleh elektabilitas yang relatif rendah dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lain. Yaitu : Air Salek, Banyuasin III, Betung, Pulau Rimau, Rantau Bayur, Suak Tapeh, Tanjung Lago dan Tungkal Ilir. Umumnya, hal ini terkait dengan basis sosiologis para kandidat lainnya.
  • Dari perspektif siklus keluarga, Yan Anton Ferdian banyak didukung oleh responden yang belum menikah, dan keluarga muda (menikah tetapi belum punya anak). Untuk responden senior (menikah dan sudah punya anak) tingkat dukungan terhadap Yan Anton Ferdian relatif rendah dibandingkan dengan warga junior, meskipun Yan Anton Ferdian unggul di segmen ini.

Rekomendasi

  • Mencapai elektabilitas 75% dengan menggarap beberapa kecamatan “bermasalah”. Di basis sosiologis pesaing: memecah atau menghancurkan kekuatan lawanèmerangkul tokoh-tokoh masyarakat, menciptakan program kebijakan tertentu, dan kunjungan-kunjungan. Di kecamatan dengan angka swing voter tinggi: rekoneksi (menyambung) kembali hubungan, kunjungan, dan program kebijakan.
  • Penguatan popularitas dan ikonisitas dengan menyebarluaskan pencapaian prestasi dan penghargaan melalui berbagai saluran komunikasi yang ada.
  • Branding program-program yang sedang dan akan berjalan. Memberi nama yang simple, mudah dipahami, dan mudah diingat dengan identitas yang kuat (visual dan kata).
  • Mengimformasikan brand pada berbagai saluran komunikasi yang ada, termasuk pada dengan “melibatkan” masyarakat saat diskusi perencanaan maupun evaluasi.
  • Mempertimbangkan 3 lapis brand: Brand induk: misalnya, “Banyuasin Giat Membangun”, “Banyuasin Maju Membangun” …. Perlu eksplorasi untuk memilih yang tepat. Brand platform berdasarkan sektor atau wilayah
    Banyuasin Membangun Desa. Banyuasin Membangun Sekolah …. Dll perlu eksplorasi.

This slideshow requires JavaScript.

Balok Titian Ke Sumatera Selatan

Kesimpulan (Dalam Banyuasin)

  • Awareness tentang Pilgub tahun 2018 sekitar 44%. Lebih tinggi daripada awareness Pilbup.
  • Selain Yan Anton Ferdian, nama-nama yang selama ini popular di Sumsel, memperoleh tingkat pengenalan (awareness) nama yang tinggi: Herman Deru, Syahrial Oesman, Dodi Reza Alex dan Ishak Mekki.
  • Rata-rata indikator popularitas (persepsi tentang pengenalan, kedisukaan, dan penerimaan responden) : Yan Anton Ferdian : 47,2% Herman Deru : 15,5% Ishak Mekki : 3,3% Dodi Reza Alex : 20,6% Syahrial Oesman : 16,9%
  • Untuk Yan Anton Ferdian masih belum optimal (sebagai incumbent Bupati Banyuasin seharusnya masih bisa lebih dioptimalkan)
  • Indikator-indikator ikonisitas (persepsi tentang representasi, telah berbuat, pembentuk identitas, dan penggerak semangat kekitaan): Yan Anton Ferdian : 32,2% Herman Deru : 21,8% Ishak Mekki : 3,7% Dodi Reza Alex : 19,7% Syahrial Oesman : 13,5%.
  • Kekuatan positioning (memiliki daya tarik istimewa yang tidak dimiliki oleh kandidat lainnya) versi 4 kandidat: Yan anton Ferdian : 70,5% Herman Deru : 52,1% Ishak Mekki : 35,0% Saifudin Aswari : 9,0%
  • Elektabilitas versi 5 kandidat: Yan Anton Ferdian : 45,2% Herman Deru : 23,6% Ishak Mekki : 8,4% Saifudin Aswari : 0,6% Muzakir Sae Sohar : 0.4%
  • Elektabilitas versi 10 kandidat dapat dikatakan sebangun dengan skor popularitas dan ikonisitas untuk 10 kandidat tersebut.
  • Elektabilitas Yan Anton Ferdian untuk Cagub berdasarkan wilayah kecamatan tidak sebangun dengan elektabilitasnya sebagai Bupati. Para responden memandang Pilgub adalah pertarungan yang berbeda dengan Pilbup.

Kesimpulan (Luar Banyuasin)

  • Awareness tentang Pilgub tahun 2018 sekitar 26,3%. Masih Sangat Rendah.
  • Kekuatan awareness (pengenalan nama) didominasi oleh nama-nama lama yang pernah melakukan sosialisasi masif atau memiliki ‘panggung besar’ untuk sosialisasi : Herman Deru, Dodi Reza Alex Noerdin, Ishak Mekki dan Syahrial Oesman. Nama-nama lainnya relatif rendah. Menyebabkan bias awareness terhadap variabel-variabel lainnya : skor variabel tertentu lebih tinggi pada sosok yang dikenal namanya dibandingkan dengan yang tidak dikenal, padahal tidak ditopang oleh keyakinan yang tinggi. Variabel-variabel yang terpengaruh tersebut di antaranya adalah popularitas, ikonisitas, positioning, arketipe dan elektabilitas. Masih dangkal dan belum mengkristal.
  • Dengan demikian, skor rata-rata popularitas, ikonisitas, dan positioning masing-masing kandidat sebangun dengan tingkat awarenes nama masing-masing kandidat.
  • Elektabilitas dalam berbagai versi juga berbanding lurus dengan awareness nama.
  • Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa terbentuknya elektabilitas tidak ditopang oleh pengetahuan yang mendalam mengenai kandidat.
  • Para responden tidak dapat menunjukkan secara konkret pencapaian atau prestasi kandidat-kandidat yang memiliki tingkat awareness nama yang tinggi.
  • Para responden menilai kandidat tersebut dengan atribut yang abstrak.
  • Elektabilitas para kandidat masih sangat cair.
  • Seperti menurut responden di Banyuasin, pada survey ini, para responden menyebutkan beberapa atribut utama model Gubernur Sumsel : tegas, mampu mengangkat daerah ke forum nasional dan internasional, dan merakyat di samping aspek-aspek personalitas positif lainnya.
  • Para responden menyebutkan beberapa atribut langka yang penting dimiliki pemimpin, yaitu responsif terhadap masalah dan komunikatif dengan warga, di samping beberapa atribut mampu mengatasi masalah-masalah konkret.
  • Alex Noerdin dianggap pemimpin yang berhasil dan dapat mengangkat Sumsel lebih maju ketimbang propinsi-propinsi lainnya di Sumatera.
  • Secara umum, para responden tidak mengetahui keberhasilan Yan Anton Ferdian sebagai Bupati Banyuasin: program paritas-standar, program diferensiasi-unggulan, dan penghargaan yag pernah diterima.
  • Penelitian ini mencoba menggali penilaian (tingkat kepuasan) para responden dengan mengandaikan responden mengetahui capaian program standar, diferensiasi, dan penghargaan yang diperoleh Bupati Banyuasin.
  • Mayoritas responden (71,8%) menyatakan antara puas dan tidak puas dengan capaian seperti itu.
  • Namun, analisis lebih lanjut menunjukkan, pengandaian seperti ini tidak dapat menggali penilaian para responden karena persepsi para responden umumnya dibiaskan oleh ‘ketidaktahuan’ tentang program-program tersebut.
  • Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis bahwa orang yang tahu dengan berbagai keberhasil program-program dan penghargaan itu memberi skor puas terhadap Bupati Banyuasin.

Rekomendasi

  • Mempertimbangkan untuk menambah program unggulan untuk memperkuat positioning.
  • Perlu bentuk tim kecil untuk menggarap (dimulai dengan analisis SWOT untuk mengembangkan program yang realistis)

Hasil Survey Pilkada Gubernur. Sample diambil di dalam Kabupaten Banyuasin.

This slideshow requires JavaScript.

Hasil Survey Pilkada Gubernur. Sample diambil di Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Musi Banyuasin

This slideshow requires JavaScript.

 

Mengejutkan !!! Ini Fakta Sebenarnya Tentang QSL Card

Ujung dari sebuah komunikasi radio yang mengesankan adalah sebuah QSL. Umumnya berupa pertukaran sebuah kartu QSL. Namun tahukah anda, apa itu kartu QSL, kapan dimulainya, dan apa tujuannya? Dari berbagai sumber penulis mengajak untuk mengeksplorasi secara lebih mendalam lagi.

Apa sih QSL Card?
Manakala dua individu melakukan kontak satu sama lainnya baik satu atau dua arah, telah menjadi sebuah kebiasaan bahwa mereka akan saling mengirimkan kartu QSL, tujuannya tidak lain untuk mem-verifikasi QSO yang telah mereka lakukan. Jadi QSL Card adalah sebuah bentuk pengakuan dari sebuah stasiun kepada stasiun lain bahwa memang benar QSO atau kontak radio diantara mereka telah dilakukan, atau setidaknya sebuah bukti bahwa pancaran sebuah stasiun dapat didengar atau diterima di tempat lain.

Istilah QSL Card diambil dari kode Q, QSL yang berarti “Can you acknowledge receipt?” Di dalam QSL Card memuat beberapa informasi tentang QSO yang telah dilakukan, informasi seperti waktu, frekuensi, kekuatan sinyal, mode transmisi disertakan dalam kartu tersebut, selain itu beberapa keterangan tentang stasiun penerima juga dimuat seperti identifikasi stasiun penerima (callsign), lokasi stasiun, peralatan yang digunakan. Seiring dengan teknologi pencetakan kartu, QSL Card juga memuat gambar yang berhubungan dengan stasiun tersebut.

Bagi beberapa amatir, QSL Card lebih merupakan “visiting card“, sehingga tak jarang mereka memuat informasi lebih banyak dalam kartu tersebut, photo radio yang digunakan, antenanya bahkan photo dari operator yang bersangkutan seringkali disertakan dalam QSL Card, jadi jika ada sebuah QSL Card yang datang seolah-olah itu adalah jelmaan amatir radio lain yang sedang berkunjung.

Amatir radio lainnya mengoleksi kartu QSL sebagai kenangan dan beberapa menggunakannya sebagai pembuktian keberhasilannya dalam melakukan kontak ke berbagai daerah didunia terutama kepada penerbit penghargaan (award).

Sejarah QSL Card
Semua bermula pada 1920-an, dimana kegiatan SWL dari radio broadcast sudah mulai marak (belum dengan callsign ITU) terutama bagi mereka yang sedang melakukan eksperimen elektronika radio. Tersebutlah Bill Corsham (G2UV) yang telah memproduksi apa yang diyakini sebagai QSL card pertama didunia. Kartu tersebut dimuat dalam majalah “Wireless World“. Bill mengirimkan QSL Card kepada sebuah stasiun di Amerika Serikat. Sejak itulah metode ini diadopsi oleh amatir radio seluruh dunia untuk melaporkan penerimaan dari sebuah transmisi.

G2UV QSL Card – Wikipedia

Bentuk QSL yang menyerupai sebuah kartu pos diyakini bahwa kartu pos adalah metode yang paling efisien untuk dilakukan pada masa itu pun hingga sekarang. Akhirnya sebuah kartu pos berukuran 9 X 14 cm seakan-akan merupakan bentuk resmi dari sebuah QSL.

Bagaimana Melakukan QSL
Tidak ditemukan sebuah ketentuan yang berlaku umum, namun sesuai dengan tujuannya maka ada beberapa informasi dasar atau standar yang harus dimuat dalam sebuah QSL Card.  Informasi dalam QSL Card terbagi dalam dua bagian.

Bagian pertama adalah informasi tentang QSO yang dilakukan, dibagian ini meliputi Callsign stasiun lawan, waktu, frekuensi, mode dan kekuatan sinyal. Beberapa orang menambahkan informasi tambahan seperti kondisi propagasi dan lain-lain.

Bagian kedua adalah informasi tentang stasiun penerima, dalam hal ini stasiun kita. Pada bagian ini memuat informasi seputar Callsign, nama operator, alamat surat menyurat, lokasi stasiun, peralatan yang digunakan.

Dua bagian informasi inilah yang diharapkan oleh seorang amatir radio dalam sebuah QSL Card.

QSL-ing Today
Seiring kemajuan teknologi, metode “konfirmasi” sebuah QSO sudah mulai dilakukan dengan cara lain yang lebih cepat dan lebih murah. Era teknologi informasi telah membuat sebagian amatir radio “mengakui” konfirmasi yang bersifat “maya” atau elektronik seperti yang dilakukan di LoTW, eQSL, QRZ.com, HRD, dan lain-lain.

Pendapat Penulis
Meng-konfirmasi sebuah QSO bukanlah sebuah kewajiban, QSL merupakan sebuah kebutuhan hobi individu seorang amatir radio. Manakala sebuah QSO diyakini memiliki sebuah nilai bagi seorang amatir radio maka pada saat itulah amatir tersebut berusaha untuk “mengkonfirmasi” QSO tersebut salah satunya dengan mengirim QSL card. Jangan tanyakan kepada saya apakah QSO tidak harus di konfirmasi, tanyakan kepada diri anda, apakah anda ingin mengkonfirmasi semua QSO yang telah anda lakukan?

QSL tidak harus berbentuk kartu. QSL adalah kebutuhan maka bentuknya juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Pada saat saya perlu konfirmasi hanya untuk memastikan, mungkin cukup dengan kalimat kata-kata melalui email, atau mungkin melalui pesan singkat (SMS) yang isinya “Eh bro itu tadi di 7055 beneran “elo”? Suaranya keren banget bro” lalu ada balasan “Yoi bro… Gue sekarang ikut hobi dung dung cisss bro“. Itu saja. Ya kebutuhan saya hanyalah untuk mengkonfirmasi yang penting saya QSL bahwa pancaran tadi memang pancaran dari stasiun tersebut. Atau mungkin saya hanya ingin melakukan QSL melalui eQSL.cc, atau LoTW, atau HRDlog.net dan QRZ.com. Semua dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

Membalas QSL juga bukan sebuah keharusan tetapi lebih merupakan tata krama, tidak membalas sebuah QSL Card tidak akan membuat izin amatir anda dicabut, dan jika anda telah mengirim QSL card kepada sebuah stasiun anda pun tidak dapat memaksanya untuk membalas QSL Card tersebut. Pada saatnya nanti anda akan menemui stasiun yang mengatakan “dont send any card. I/we dont collecting card“. Namun saya menyarankan jika anda termasuk orang yang tidak hobi QSL-ing, sebaiknya anda mengalihkan kegiatan QSL-ing ini kepada seorang QSL manager, ini untuk menghargai amatir radio lain yang masih menggeluti hobi QSL-ing.

Tidak seorang pun dapat megatakan sebuah QSL (dalam bentuk apa pun) adalah tidak valid atau tidak sah, semua tergantung kebutuhan dari QSL itu sendiri, anda dapat saja menolak sebuah QSL card karena memuat informasi yang tidak menyeluruh, misalnya anda membutuhkan informasi propagasi, cuaca dan data lainnya dalam sebuah QSL Card karena mungkin anda adalah seorang peneliti elektronika radio sehingga anda membutuhkan informasi yang lebih. Atau mungkin anda membutuhkan QSL Card tersebut untuk meraih award IOTA yang mewajibkan pada QSL Card tertulis nama pulau dan ketentuan lain. Atau mungkin anda membutuhkan QSL untuk meraih ARRL DXCC Award maka stasiun lawan anda cukup melakukan QSL melalui LoTW. Atau melalui eQSL juga QRZ.com dan metode QSL-ing lainnya. Semuanya valid dan sah sepanjang QSO yang anda lakukan adalah sah/valid.

Semoga bermanfaat,

73

YD4IRS

YD4IRS © 2013